Kimono di Jepang
Banyak di antara kita yang sudah tidak asing lagi dengan kata “Kimono”. Kimono biasa diartikan sebagai pakaian tradisional Jepang. Akan tetapi, seperti banyaknya jenis pakaian tradisional Indonesia, pakaian tradisional Jepang juga terbagi dalam beberapa jenis. Penasaran bedanya apa saja? Yuk, mari kita bahas.
Kata “Kimono” berasal dari kata “Ki 着” yang mempunyai arti “pakai”, dan “mono 物” yang mempunyai arti “sesuatu”. Dengan kata lain, definisi dari kata “Kimono” adalah “sesuatu untuk dipakai”. Asal mula Kimono dipercaya berasal dari negara Cina sekitar 2000 tahun yang lalu, dan telah diadaptasikan menjadi pakaian tradisional Jepang. Ciri khas Kimono adalah jubah berbentuk T yang menjulang sampai pangkal kaki, dengan lengan baju yang lebar. Kimono biasanya dipakai bersama obi (pita pinggang/selempang) yang diikat di belakang, serta dengan tabi (kaos kaki tradisional) dan zori/geta (sandal jepit tradisional).
Sejak memasuki abad 20, Kimono tidak lagi lazim dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang, kebanyakan orang Jepang hanya memakai Kimono dalam acara khusus, seperti Seijin no Hi (成人の日, Coming of Age Day*), acara pernikahan, upacara teh, dan acara-acara khusus lainnya. Pemakaian Kimono tidaklah mudah. Sangat sedikit orang Jepang yang bisa mengenakan Kimono sendiri tanpa bantuan orang yang berpengalaman. Ini mengakibatkan semakin banyak orang Jepang yang tidak mengenakan Kimono walaupun terdapat acara khusus.
Kimono terbagi dalam beberapa jenis. Berikut adalah beberapa contohnya:
Furisode 振袖
Furisode adalah Kimono yang dipakai oleh wanita yang belum menikah. Ciri khas Furisode adalah mempunyai lengan dengan panjang sekitar 1 meter.
Tomesode 留袖
Tomesode adalah Kimono yang dipakai oleh wanita yang sudah menikah. Adapun di dalam Tomesode terdapat Kuro-Tomesode (Tomesode Hitam), yang merupakan jenis Tomesode yang paling formal.
Yukata 浴衣
Yukata adalah jenis Kimono casual yang terbuat dari bahan katun. Biasanya dipakai sebagai pakaian rumah dan pakaian tidur, Yukata jauh lebih ringan daripada Kimono lainnya. Sekarang, Yukata hanya dipakai sewaktu acara festival musim panas. Yukata tidak boleh dipakai di acara formal.
Wah, banyak juga ternyata jenis Kimono yah. Contoh di atas hanya beberapa jenis utama yang dikenal orang banyak. Selain dari panjang lengan dan bahan kainnya, Kimono juga dibagi menurut corak dan cara pembuatannya.
Penasaran Kimono yang asli itu kalau dipakai seperti apa? JIAdvisor bisa mewujudkan impian Anda memakai Kimono asli langsung di Jepang! Silakan kunjungi halaman travel ke Jepang dan Pre-wedding di Jepang kami untuk informasi lebih lanjut.
* Coming of Age Day adalah hari libur nasional Jepang yang memperingati ulang tahun ke-20 dari setiap penduduknya. Pemerintah Jepang memperingati Coming of Age Day untuk mengucapkan selamat kepada warganya yang telah mencapai usia dewasa, serta memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban sebagai seorang dewasa. Pada hari tersebut, setiap penduduk yang berusia 20 tahun diundang memperingati ulang tahun mereka di balai kota di daerah tempat tinggal masing-masing.
